Film Horor Indonesia Beserta Tetek Bengeknya

Kategori:

Film Horor Indonesia Beserta Tetek Bengeknya
Film horor Indonesia memang tak pernah kering sensasi. Sudah tahu kan gosip terpanas minggu ini? Apalagi kalau bukan masalah film terbaru tante Dewi Persik yang judulnya Mr. Bean Kesurupan Depe.

Sebegitu hebatnya kah film-film horor di Indonesia, sehingga banyak menimbulkan sensasi? Yuk, kita simak sama-sama.

Reportase #1. Film Horor itu Gaje

Pasti banyak yang sependapat dengan hal ini. Lihat saja judul-judul film horor yang banyak beredar sekarang ini, ada Mr. Bean Kesurupan Depe, Pocong Juga Pocong, Arwah Goyang Karawang, dan masih banyak lagi judul-judul film horor yang tak kalah #Gaje.

Selain judulnya yang #Gaje, ceritanya pun tak kalah gajenya. Nggak percaya? Tonton aja sendiri. Xixixi...

Reportase #2. Film Horor Identik dengan Seks

Benarkah film horor identik dengan seks dan erotisme? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Sudah pernah nonton film Suster Keramas? Kalau pernah pasti bagaimana adegan per-adegan diambil.

Tak salah memang jika film horor Indonesia identik dengan seks dan erotisme. Tak percaya? Coba aja liat film-film jadul yang diperankan oleh Suzana seperti Nyi Blorong dan kawan-kawannya. Pasti menemukan hal-hal yang berbau erotis.

Reportase #3. Film Horor Pemanis untuk Promosi

Reportase terakhir yang ingin kami sampaikan ialah film horor itu hanya sebagai pemanis untuk produksi. Kita ambil contoh saja film horor yang sempat heboh yaitu Arwah Goyang Karawang.

Judul film yang satu ini tergolong bertabur sensasi. Produksi film ini menghadirkan perseteruan antara kedua pemain utamanya, Julia Perez dan Dewi Perssik.

Dalam beberapa adegan, Jupe dan Depe memang ada adegan berkelahi, yang dalam hal ini hanya adu mulut. Rupanya, perang kata kata yang seharusnya hanya terjadi sesuai skenario berubah menjadi penyerangan fisik berupa pukulan, cakaran, serta tendangan. Sebuah cerita yang lebih 'horor’ untuk penonton sepertinya. Hahaha...

Adegan di luar scenario itu ternyata menjadi daya tarik dan ajang promosi tersendiri. Siapa yang tak tertarik ingin melihat perkelahian antara dua artis tersebut? Adegan perkelahian itu memang muncul saat film diputar, tanpa ada yang di-cut, dan diberi catatan bahwa "adegan ini di luar scenario".

Benar atau tidak, hanya produsen film lah yang tahu. Xixixi...

Yah seperti itulah mungkin dinamika film Indonesia belakangan ini. Meskipun menampilkan sebuah sensasi atau mengkreasi sebuah sensasi demi kepentingan publikasi dan promosi film, nampaknya bukan sesuatu yang bisa dibanggakan bukan?

Sensualitas tubuh perempuan, seks, serta perkelahian yang katanya di luar scenario, sepertinya sudah identik dengan film horor Indonesia. Bahkan, menempuh jalur hukum pun tak segan dijalani, demi mendapat perhatian lebih masyarakat untuk menjual film tersebut.

Sampai kapan film horor Indonesia terus seperti itu? Pojokan Film tunggu komentarnya...

0 komentar:

Poskan Komentar